ads



Perbandingan Tabel Tertinggi Generali Equity II mencapai 1.72% ,  dan Tabel terendah 0.00% (tidak minus) , Tabel Akhir periode mencapai 1.30%. dan Tingkat Resiko Tahunan (Annualized Risk) hanya 7.47% (lebih aman dibanding equity lainnya)

Dari tabel-tabel diatas membuktikan bahwa kinerja ARMS dari Generali sangatlah menguntungkan.


Thanks & Regards

19.11
Produk asuransi berbasis investasi atau lebih dikenal dengan produk Unit Link merupakan perkawinan antara 2 produk keuangan, yaitu asuransi jiwa berjangka + Unit Link. Ditawarkan melalui polis asuransi jiwa, sehingga menjadikan produk ini BUKAN produk investasi, tapi ada TAMBAHAN fitur berinvestasi.
saldo investasi Unit Link diprioritaskan untuk membayar premi asuransi. Anda harus sadar, meski setoran premi asuransi hanya berdurasi 7 hingga 10 tahun, namun biaya asuransi akan terus terdebit dari rekening hingga polis tidak berlaku. Sehingga, ada kemungkinan investasi Unit Link Anda akan terambil secara otomatis oleh porsi asuransi untuk bayar premi. Jika demikian, ada resiko investasinya bubar kan?
apalagi jika terjadi penurunan harga unit link. bisa anjlook investasinya.


Untuk memberi rasa aman kepada nasabahnya (pemegang polis) dalam urusan investasi, Generali Indonesia mengembangkan sistem otomatis untuk memantau investasi nasabah yang disebut Auto Risk Management System

Bagaimana caranya? 
Sistem TI yang melakukan monitoring setiap hari. Ketika sampai pada angka tertentu yang disepakati, sistem secara otomatis akan mengunci dan melakukan switching.. "Jadi, setiap nasabah tidak perlu memantau pasar saham dan pasar uang setiap hari. Biarkan sistem kami yang bekerja."




System pengamana investasi unitlink hanya ada di Generali dan juga sudah mendapatkan hak patennya.

07.36
Untuk memberi rasa aman kepada nasabahnya (pemegang polis) dalam urusan investasi, Generali Indonesia mengembangkan sistem otomatis untuk memantau investasi nasabah yang disebut Auto Risk Management System.

Apa saja manfaatnya?

The future can't be predicted. Oleh karena itulah, berkembang produk asuransi. Namun, sebagai sebuah skema investasi, bukan berarti orang yang berasuransi bebas dari rasa khawatir. Sebab, portofolio investasi yang dijalankan perusahaan asuransi pun tak lepas dari risiko.

Nah, demi memberikan rasa aman lebih besar kepada nasabahnya dalam berinvestasi, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mengembangkan sebuah sistem otomatis. Dengannya, para pemegang polisnya bisa mengelola prospek keuntungan dan risiko kerugian dengan lebih baik. Sistemnya ini disebut Auto Risk Management System (ARMS).

Edy Tuhirman, CEO Generali Indonesia, menjelaskan bahwa dalam asuransi selalu ada dua komponen: proteksi dan investasi. Untuk proteksi Generali menyediakan berbagai program perlindungan, seperti family protection plan, perlindungan cacat tetap, kebutuhan rumah sakit dan pembedahan, melahirkan, rawat jalan hingga perawatan gigi. "Generali menyediakan perlindungan menyeluruh untuk seluruh anggota keluarga, "ucap Edy.

Bagaimana dari sisi investasi?


Menurut Edy, investasi ini seperti menyetir mobil, sehingga perlu rem, setir, persneling, dan sebagainya. Sebab, jika tak dilengkapi, bisa jadi investasinya anjlok. Misalnya, seseorang yang telah mempersiapkan masa pensiunnya dengan membeli produk asuransi. Diperkirakan, pada waktu tertentu ketika ia mempersiapkan masa pensiun, nilai investasinya mencapai Rp 1 miliar. Akan tetapi, tiba-tiba pasar modal ambruk. Nilai investasi orang tadi turun tinggal hanya " misalnya " Rp 200 juta.

"Berinvestasi layaknya mengendarai mobil, yang memerlukan instrumen keselamatan semacam rem untuk mengatur risiko. Sebab, tak ada yang mampu memprediksi dan menjamin pasar modal akan bebas dari bahaya," ujar Edy.

Menurut Edy, ARMS bisa menjadi solusinya. Ia mengklaim, solusi ARMS ini merupakan yang pertama di Indonesia. Apa itu ARMS? Pada dasarnya ini adalah sistem otomatis untuk memantau investasi nasabah. Jadi, dengan adanya ARMS, nasabah dapat menentukan level untuk mengambil untung dan level aman agar tak merugi besar (cut loss). Nasabah tak perlu lagi memantau pasar saham dan pasar uang setiap hari, karena ARMS yang melakukan secara otomatis. "Ide pengembangan ARMS ini terinspirasi pengalaman beberapa investor saat terjadinya krisis finansial tahun 2008, ketika kondisi pasar di seluruh dunia anjlok," ungkap Edy.

Bertolak dari pemikiran tersebut, pada awal 2009 tim TI Generali Indonesia mengembangkan ARMS. Menurut Rommy Rukyanto, CIO Generali Indonesia, solusi ARMS dikembangkan di atas core system Life/Asia. "ARMS kami kembangkan sendiri, dengan dibantu konsultan TI. Aplikasi ARMS terhubung dengan aplikasi lainnya menggunakan interface," ucap Rommy. "Investasinya sangat besar. Tetapi kami mendapat dukungan penuh dari kantor pusat,"Edy menambahkan.

Dijelaskan Rommy, ada beberapa modul dalam ARMS.

Pertama, Automatic Trading Plan, merupakan fitur dalam berinvestasi, yaitu untuk mencapai target pengembangan dana investasi pada titik tertentu untuk meraih keuntungan (profit taking) atau menghindari terjadinya penurunan kerugian investasi lebih jauh (cut loss). Modul ini diibaratkan dengan sistem rem dalam menjaga investasi agar tidak melewati batas kerugian yang dapat ditolerir. Di sini, nasabah bisa menentukan sendiri nilai profit yang ingin dicapai dan nilai toleransi kerugian yang mampu ditanggung.

Modul kedua, Automatic Asset Rebalancing, merupakan fitur untuk menyeimbangkan komposisi alokasi dana investasi investor sehingga tetap berada dalam batas toleransi yang telah ditetapkannya. Modul Auto Balancing diibaratkan sebagai setir atau cruise control yang bekerja untuk menjaga pergerakan investasi selalu dalam profil risiko yang sudah ditetapkan. Jadi, modul ini mampu menjaga pergerakan portofolio investasi nasabah tetap stabil dan sesuai dengan yang ditentukan.

Ketiga, modul Automatic Re-entry, merupakan fitur penentuan momentum bagi investor untuk kembali berinvestasi dengan alokasi masing-masing dana investasi sesuai dengan yang ditetapkan investor. Modul Auto Re-entry diibaratkan sebagai persneling otomatis (automatic gear) yang membantu mendeteksi saat yang tepat untuk kembali ke pasar. Dengan modul ini, nasabah secara otomatis dimungkinkan untuk menentukan waktu yang tepat untuk kembali berinvestasi di pasar modal, ketika kondisi pasar sudah mencapai titik yang dikehendaki.

"Sekarang, kami juga memiliki sebuah portal yang dapat digunakan oleh nasabah Generali Indonesia untuk memantau maupun mendapatkan informasi detail dari polis mereka," ujar Rommy
Tentang Generali Indonesia:
Generali merupakan perusahaan asuransi dan keuangan global, yang berada di bawah Assicurazioni Generali di Italia. Generali didirikan pada 1831 di Trieste, Italia. Masuk ke Indonesia pada awal 2008.

Untuk memasarkan produknya, Generali telah menjalin kerja sama (sebagai produk bancassurance) dengan DBS Indonesia Bank, menawarkan produk Unit Link dengan Auto Risk Management System yang dinamakan iDARE " insurance Dynamic Asset Rebalancing. Juga, dengan ANZ Bank, menawarkan produk asuransi jiwa berbentuk Unit Link dengan pembayaran premi tunggal yang menawarkan alokasi fleksibel antara investasi dan perlindungan jiwa yang sesuai dengan kebutuhan, yang disebut Ultimate Balance Protection (UB Pro).

Deferensiasi produk menjadi strategi PT Generali Indonesia untuk memenangkan persaingan bisnis asuransi di Tanah Air. Produk unitlink Generali kini dilengkapi dengan Auto Risk Management System (ARMS).

Sistem ini sudah mendapatkan hak paten sehingga tak akan ditiru oleh kompetitor. ARMS merupakan sistem yang memproteksi instrumen investasi di produk unitlink. Berfungsi sebagai jaring penahan otomatis apabila nilai investasi unitlink menunjukkan gejala penurunan.

Pemilik unitlink tinggal menentukan berapa persentase batas penurunan, maka ARMS otomatis melakukan cut loss. Jadi mereka tidak perlu merasa khawatir memikirkan pergerakan di pasar modal maupun pasar uang.

“Ibarat mobil, tidak ada yang tahu apa akan terjadi lima menit ke depan, fungsi ARMS sebagai rem misalnya jalan mulai menurun. Tidak ada yang tau kapan krisis akan terjadi, dengan ARMS maka investasi pemegang unitlik kami akan aman,”

Perbandingan Unitlink Biasa dgn Unitlink ARMS:
Hasil Investasi Unitlink Generali Bisa mendapatkan hasil yang maksimal walaupun harga unitlink terjadi pergerakan naik turun.



16.16
Khusus untuk Nasabah Asuransi Generali Indonesia, bisa mendaftarkan diri Anda di Web I-Services Generali untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut tentang polis Asuransi Anda.

PANDUAN PENDAFTARAN ACCOUNT NASABAH DI I-SERVICES
  1. Daftarkan email pribadi Anda (email nasabah) dengan menghubungi Customer Services Generali Indonesia (021-29963777), Anda akan dibantu oleh Customer Services untuk mendaftarkan akun email pribadi Anda.
  2. Setelah melakukan pendaftaran melalui Customer Services, nasabah selanjutnya harus melakukan pendaftaran melalui website iServices.
  3. Pendaftaran melalui website iservices dapat diakses melalui www.generali.co.id di kolom quick link pilih Generali i-Services.
  4. Lakukan pendaftaran dengan mengikuti cara pada gambar di bawah (alamat email yang dimasukan harus sama dengan alamat email yang didaftarkan ke Customer Services)
  5. Setelah pendaftaran melalui web selesai dilakukan maka Nasabah akan menerima email dr Customer Services (dalam jangka waktu 2-3 hari) mengenai konfirmasi account user Nasabah.
  6. Setelah nasabah mendapatkan email konfirmasi dari Customer Service maka nasabah telah dapat mengakses I-Services sesuai dengan login dan password yang diberikan
i-service Generali
15.23
Perkembangan Unitlink konvensional di beberapa asuransi bisa dilihat di tabel berikut. dan disini terlihat perkembangan dari unitlink Generali terutama untuk Equity dibanding perusahaan asuransi lainnya sangat jauh perbandingannya, dan menempati posisi pertama.

Untuk Anda yang tertarik untuk mengembangan investasi dana Anda di Generali, silahkan hubungi kami.


06.13

Bagi anda yang belum mempunyai Polis Asuransi Jiwa Segeralah untuk menyisihkan sebagian uang dari Penghasilan Anda. Kenapa anda harus beli asuransi Jiwa :
  1. Hidup Penuh dengan ketidakpastian, hari ini anda sehat eh… tau² nanti malam terkena bencana.
  2. Biaya Rumah sakit dari tahun – ketahun semakin Mahal. Percaya Atau tidak terserah Anda.
  3. DLL
Jika Anda sudah di Cover Oleh Perusahaan-pun Anda Harus tetap beli Asuransi Jiwa, Alasannya:
  • Anda Seorang karyawan Apakah Perusahan tempat bekerja akan memproteksi anda Seumur Hidup? (saya yakin 100% TIDAK). Apakah selamanya anda akan bekerja di Perusahaan tersebut? Tanya Kenapa….?
  • Anda seorang Pegawai Negeripun Tetep Harus Beli Asuransi Jiwa Tanya Kenapa? Karena biaya yang diberikan dari Pemerintah Biasanya tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Misalnya Anda Butuh 500Juta untuk biaya by pass jantung, apakah dari pemerintah akan memberikan dana sebesar itu. saya rasa tidak mungkin.
  • DLL
Asuransi Jiwa Generali Memberikan Manfaat sebagai Berikut:
  1. Biaya Rawat Inap, ICU, Obat²an, Kunjungan dokter umum dan specialis, rawat jalan, Ambulance, Biaya Operasi DLL
  2. Setelah 4 bulan membeli asuransi Terkena dari 36 Jenis Kondisi Kritis misal (jantung, stroke, kanker, Koma DLL) anda akan di COVER sampai usia Anda 75Tahun.
  3. Terjadi Cacat tetap dan Total karena kecelakaan juga di Cover
  4. setelah 4 bulan membeli asuransi terkena 36 kondisi kritis maka Generali akan melanjutkan tabungan anda sampai usia anda 75 Tahun.
  5. Anda bisa mengambil Tabungan yang ada di Generali kapan saja (minimal di atas 3 Tahun).
  6. Dan Investasi Anda juga sangat Aman jika Anda berinvestasi untuk dana pensiun maupun dana pendidikan Anak. karena di Generali ada system ARMS dan satu-satunya didunia yang tidak pernah ada di perusahaan asuransi lainnya.
Jadi Asuransi dibeli bukan berarti anda harus SAKIT, MENINGGAL DLL. Akan tetapi asuransi dibeli untuk melanjutkan Kehidupan Putra-putri Kelak Anda di Panggil Oleh Allah SWT dengan tiba-tiba. Karena perusahaan Asuransi akan memberikan Sejumlah Nilai Uang Pertanggungan yang sudah anda beli dan nilai investasi untuk kebutuhan masa depan Anda dan keluarga Anda
09.43
disaat-saat sekarang ini terjadi penurunan nilai unit link, terutama Equity...
disaat inilah fungsi dari ARMS (Auto Risk Management System) AJ.Generali Indonesia berfungsi dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal untuk investasinya.
adapaun salah satu contoh detil transaksi Investasi salah satu nasabah di generali
nilai equity awal (jumlah unit awal) 633,57 unit ---> saat terjadi penurunan nilai /NAV (1.000,52) semua unit di Equity otomatis pindah ke Money Market (mengamankan investasi).
Dan kembali terjadi Re-Entry disaat Equity di nilai bawah. sehingga mendapatkan jumlah unit yg lebih banyak dari sebelumnya yaitu 694,06 unit
sehingga dari hasil ini terlihat penambahan unit dari 633,57 menjadi 694,06. bertambah 60,49 unit. luar biasa bukan...!!! disaat unit link turun pun di Generali tetap untung....

Program ARMS ini hanya ada di AJ. Generali Indonesia... dan tanpa biaya alias FREE. dan tak perlu direpotkan untuk memindahkan instrumen investasi kita secara manual, karena semuanya serba otomatis. Di Perusahaan lain Anda harus melakukan Perpindahan secara manual dan juga dengan biaya administrasi.
Ini adalah bukti dari dahsyatnya program ARMS Generali.
20.45

Dengan Menyisihkan kurang lebih Rp.17 ribu / hari untuk persiapan dana pendidikan Anak Anda.
contoh ilustrasi dengan umur Ayah 30 thn. Anak umur 1 thn.

Manfaat yang didapatkan :
  • iPlan Education : Manfaat Asuranjiwa jika Anak Meninggal dapat pertanggungan sebesar Rp. 100 juta + Hasil investasi
  • CI add Plan : Manfaat Asuransi jika terkena penyakit kritis dapat pertanggungan sebesar Rp. 100 juta.
  • Health Plan : Santunan rumah sakit rawat inap sebesar Rp. 400 ribu / hari.
  • WOP Parents Plan : jaminan biaya hidup Jika Ayah tekena penyakit kritis atau Cacat tetap total sebesar 6 juta / tahun sampai usia Anak 25 tahun.
  • Parent Term Life : Jika Ayah sebagai pemegang Polis meninggal dunia maka akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar Rp. 100 juta.
  • Biaya Kuliah Anak sebesar 250 juta.
03.41

Bulan Mey yang baru saja berlalu merupakan bulan dimana sebentar lagi akan dimulainya bulan ajaran baru. Selalu bisa ditebak bahwa setiap kali awal tahun ajaran baru, semua orang sepertinya bicara tentang pentingnya pendidikan. Dan kalau Anda perhatikan, hal ini biasanya menular kepada semangat bersekolah dari anak itu sendiri. Coba perhatikan betapa bersemangatnya anak-anak Anda ketika mereka masuk sekolah.

Wajar saja, kalau Anda sebagai orang tua menunjukkan semangat tentang pentingnya pendidikan, ditambah lagi lingkungan di sekitar Anda juga menunjukkan semangat yang sama, maka pastilah semangat tersebut juga akan tertular ke anak Anda sehingga wajar bila anak-anak sekolah sangat bersemangat masuk sekolah pada hari-hari pertama tahun ajaran baru kemarin.

Tetapi sayangnya, dari pengalaman saya selama ini, saya banyak menemukan orang tua yang ­ walaupun sadar bahwa pendidikan itu sangat penting ­ tetapi tidak begitu mempedulikan persiapan dana pendidikan itu sendiri. Sebagai contoh, banyak cerita tentang beberapa orang tua yang meminjam uang kesana-kemari pada saat datangnya tahun ajaran baru. Selain itu, Kantor Pegadaian juga penuh karena banyak orang yang menggadaikan barang-barangnya untuk membayar uang sekolah anak.

Kenapa sih orangtua kadang tidak siap dari segi dana ketika tiba waktunya si anak masuk sekolah? Jawabannya, mungkin karena orangtua tidak menganggap bahwa dana pendidikan itu penting untuk dipersiapkan sejak sekarang. Lho, apakah memang penting menyiapkan dana pendidikan untuk anak? Jawabannya saya tulis besar-besar di sini: PENTING.

Ada empat alasan kenapa dana pendidikan penting untuk dipersiapkan, bahkan kalau bisa sejak sekarang:

Mahalnya Biaya Pendidikan Pada Saat Ini

Biaya Pendidikan pada saat ini sudah cukup tinggi. Sebuah universitas swasta terkenal di Jakarta ada yang meminta uang kuliah sebesar sekitar Rp 80 -150 juta bagi mereka yang masuk kuliah tahun 2012 ini selama 5 tahun sampai lulus nanti. Bagi banyak orang, biaya pendidikan setinggi itu sudah tentu terasa mencekik leher.


Naiknya Biaya Pendidikan dari Tahun ke Tahun

Sudah biaya pendidikan di rasa mahal, jumlah tersebut biasanya akan terus naik dari tahun ke tahun. Dengan asumsi kenaikan sebesar 10 persen per tahun, maka dalam 17 tahun mendatang, bukan tidak mungkin Biaya Kuliah selama 5 tahun di S1 bisa mencapai sekitar Rp 300 juta.


Ekonomi Tidak Selalu Baik

Orang tua bisa saja menganggap bahwa penghasilannya sekarang aman-aman saja mengingat baiknya keadaan ekonomi sekarang ini. Sehingga mereka yakin bila si anak masuk sekolah nanti, dananya pasti tersedia. Tetapi, bila keadaan ekonomi menurun, bukan tidak mungkin penghasilan orang tua menjadi berkurang atau malah berhenti sehingga bisa saja dana pendidikan untuk si anak tidak akan siap bila dibutuhkan.


Fisik Manusia Tidak Selalu Sehat

Jangan anggap bahwa fisik manusia akan selalu sehat untuk bisa terus bekerja dan mendapatkan penghasilan. Bila Anda tidak menabung dan mempersiapkan dana pendidikan anak dari sekarang, maka bila suatu saat kelak fisik Anda tidak memungkinkan untuk Anda bisa terus bekerja, jangan harap dana pendidikan untuk anak Anda bisa tersedia.

Selain keempat alasan di atas, sebetulnya ada satu alasan lagi yang membuat kenapa dana pendidikan penting sekali untuk dipersiapkan sejak sekarang, yaitu: "Karena jadwal pendidikan anak Anda tidak mungkin dimundurkan atau ditunda." Jadwalnya sudah pasti. Contohnya, kalau anak Anda sudah waktunya masuk SD tetapi Anda tidak punya dana yang cukup untuk membayar uang pangkal-nya, masak Anda mau memundurkan jadwal anak Anda masuk SD ke tahun berikutnya hanya supaya Anda bisa membayar biaya uang pangkal-nya secara penuh? Tidak, kan? Jadi, persiapkan dana pendidikan anak Anda sejak sekarang. Jangan tunda lagi. Tentang bagaimana cara menghitung dana pendidikan, akan saya jelaskan dalam kesempatan mendatang.
03.03


ini adalah paket program investasi dan proteksi yang super MURAH dan MUDAH bagi semua anggota keluarga.

dengan hanya menyisihkan Rp.50.000/hari Anda akan mendapatkan perlindungan :


  • Santunan Penyakit Kritis Ayah sebesar 100 juta
  • Santunan kecelakaan Ayah sebesar 500 juta
  • Santunan Catat Tetap Total Ayah sebesar 500 juta
  • Jaminan Biaya Hidup Ayah dan Ibu sebesar 18 juta / Tahun.
  • Bonus Dana Pensiun Pada Usia 70 tahun ....

sebesar 2,5 M

Free Program ARMS untuk kinerja Investasi...


04.54
Deferensiasi produk menjadi strategi PT Generali Indonesia untuk memenangkan persaingan bisnis asuransi di Tanah Air. Produk unitlink Generali kini dilengkapi dengan Auto Risk Management System (ARMS).

Sistem ini sudah mendapatkan hak paten sehingga tak akan ditiru oleh kompetitor. ARMS merupakan sistem yang memproteksi instrumen investasi di produk unitlink. Berfungsi sebagai jaring penahan otomatis apabila nilai investasi unitlink menunjukkan gejala penurunan.

Pemilik unitlink tinggal menentukan berapa persentase batas penurunan, maka ARMS otomatis melakukan cut loss. Jadi mereka tidak perlu merasa khawatir memikirkan pergerakan di pasar modal maupun pasar uang.

“Ibarat mobil, tidak ada yang tahu apa akan terjadi lima menit ke depan, fungsi ARMS sebagai rem misalnya jalan mulai menurun. Tidak ada yang tau kapan krisis akan terjadi, dengan ARMS maka investasi pemegang unitlik kami akan aman,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Generali Indonesia Edy Tuhirman.

Generali Indonesia baru mulai beroperasi di tahun 2009. Di Eropa, perusahaan asuransi asal Italia ini menjadi yang terbesar dengan total pendapatan premi hampir 70 milyar euro pada 2011.

Untuk Generali Indonesia, perolehan preminya di 2011 sebesar Rp 350 miliar atau tumbuh 140% dibanding tahun sebelumnya Rp 117 miliar. Kontribusi premi, 60% unitlink, 40% tradisional.

Dengan adanya ARMS, Edy Tuhirman yakin Generali akan terus memperbesar market share-nya di Indonesia.

tepuktangan
(Lila Intana/EVA - swa.co.id)
20.03
Generali adalah salah satu perusahaan terkemuka di pasar asuransi dan keuangan global. Perusahaan induk dan prinsipal dari grup ini adalah Assicurazioni Generali, yang memimpin pasar di Italia. Sejak pertama didirikan pada 1831 di Trieste, Perusahaan telah memiliki orientasi internasional.

Dengan didukung oleh 85,000 karyawan, Generali Group memiliki lebih dari 70 juta klien di seluruh dunia dan beroperasi di 68 negara. Daerah operasional utama Perusahaan adalah Eropa Barat, namun beberapa tahun belakangan ini Group telah memasuki pasar Eropa Tengah dan Timur, serta mendirikan kantor di pasar-pasar utama di benua Asia.

Kekuatan dan soliditas finansial senantiasa merupakan fitur dari Assicurazioni Generali. Dengan basis kapital yang kuat dan alokasi aset yang konservatif, Group mendapatkan peringkat yang tinggi dari perusahaan bertaraf internasional. Generali Group merupakan aset manager internasional yang terkemuka dengan total aset yang dikelola lebih dari € 400 milyar. Generali adalah pemain kunci di Eropa Tengah, Asuransi Jiwa terbesar dan dengan kehadiran signifikan di semua negara-negara utama. Generali mendapat peringkat Pertama di Italia dan 19 terbesar perusahaan dunia dalam pemeringkatan tahun 2010 oleh "Fortune Global 500".

Dengan pengalaman selama hampir 200 tahun, Generali Group beroperasi pada semua lini asuransi, dari perlindungan akan risiko massal hingga perlindungan canggih untuk sektor industri, dari asuransi rumah tangga yang sederhana hingga kebutuhan yang lebih kompleks dari perusahaan multinasional di seluruh dunia, melayani jutaan individu maupun pabrik manufaktur raksasa, dan sistem transportasi dan komunikasi. Untuk melayani pelanggan retail, perusahaan kecil dan menengah, dan korporasi besar, Group menjangkau klien di seluruh dunia melalui strategi distribusi multi-channel.

Seiring dengan strategi diversifikasi bisnis, Generali juga memfokuskan diri pada penyediaan perlindungan terhadap individu, melindungi pemasukan mereka, dan mengoptimalkan simpanan mereka melalui produk-produk asuransi jiwa dalam skema individu dan pensiun kelompok. Generali menawarkan solusi yang canggih untuk perusahaan multinasional melalui struktur spesialis yang dinamakan Generali Employee Benefits (GEB) atau Pertanggungan Pegawai Generali, yang berlokasi di Brussels.
16.57
adalah produk asuransi unit link yang inovatif dengan pembayaran premi reguler, memberikan proteksi jiwa dan keuntungan investasi dengan risiko yang terukur dan terjaga. iPLAN adalah salah satu produk utama yang disajikan oleh PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia semata-mata untuk menjawab kebutuhan pelanggan sebagai solusi finansial.
Diluncurkan pada bulan Juni 2011, produk ini ditujukan untuk segala usia  , tidak hanya untuk orang dewasa namun juga ditujukan untuk anak-anak, dengan kata lain, produk ini memberikan perlindungan kepada siapa saja pada usia 6 bulan dan berakhir pada usia 99 tahun.

Produk ini dilengkapi dengan fasilitas fitur unik serta canggih Auto Risk Management System (ARMS) yaitu sebagai alat pengaman dalam berinvestasi dan mampu mengoptimalkan hasil investasi Anda, fitur ini tidak dimiliki produk-produk sejenis dari perusahan asuransi lainnya. ARMS dilengkapi dengan Auto Trading, Auto Rebalancing dan Auto Re-Entry. Dengan adanya fitur-fitur unik ini, yang akan memonitor serta melindungi investasi Anda sesuai dengan batas toleransi risiko Anda.
Untuk memaksimalkan manfaat proteksi, produk ini dapat dikombinasikan dengan produk-produk tambahan atau rider yang memberikan proteksi jiwa yang menyeluruh untuk Anda dan keluarga Anda. Hingga saat ini, iPLAN menawarkan 13 pilihan rider, seperti:
  • TPD-PLAN (Total Permanent Disability),
  • ADB-PLAN (Accidental Death Benefit),
  • ADDB-PLAN (Accidental Death & Disablement Benefit),
  • CI Add-PLAN(Critical Illness Additional),
  • CI Accel-PLAN (Critical Illness Accelerated),
  • Health-PLAN,
  • Medical PLAN,
  • Parent Term Life
  • Spouse Term Life-PLAN,
  • Child Term Life-PLAN,
  • Waiver of Premium,
  • Waiver of Premium Parent
  • Waiver of Premium Spouse
Serta kedepannya, iPLAN akan dilengkapi dengan beberapa varian lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
05.07

Thursday, June 9th, 2011

oleh : A. Mohammad BS


Untuk memberi rasa aman kepada nasabahnya (pemegang polis) dalam urusan investasi, Generali Indonesia mengembangkan sistem otomatis untuk memantau investasi nasabah yang disebut Auto Risk Management System

Apa saja manfaatnya?

The future can't be predicted. Oleh karena itulah, berkembang produk asuransi. Namun, sebagai sebuah skema investasi, bukan berarti orang yang berasuransi bebas dari rasa khawatir. Sebab, portofolio investasi yang dijalankan perusahaan asuransi pun tak lepas dari risiko.

Nah, demi memberikan rasa aman lebih besar kepada nasabahnya dalam berinvestasi, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mengembangkan sebuah sistem otomatis. Dengannya, para pemegang polisnya bisa mengelola prospek keuntungan dan risiko kerugian dengan lebih baik. Sistemnya ini disebut Auto Risk Management System (ARMS).

Edy Tuhirman, CEO Generali Indonesia, menjelaskan bahwa dalam asuransi selalu ada dua komponen: proteksi dan investasi. Untuk proteksi Generali menyediakan berbagai program perlindungan, seperti family protection plan, perlindungan cacat tetap, kebutuhan rumah sakit dan pembedahan, melahirkan, rawat jalan hingga perawatan gigi. "Generali menyediakan perlindungan menyeluruh untuk seluruh anggota keluarga, "ucap Edy.

Bagaimana dari sisi investasi? 


Menurut Edy, investasi ini seperti menyetir mobil, sehingga perlu rem, setir, persneling, dan sebagainya. Sebab, jika tak dilengkapi, bisa jadi investasinya anjlok. Misalnya, seseorang yang telah mempersiapkan masa pensiunnya dengan membeli produk asuransi. Diperkirakan, pada waktu tertentu ketika ia mempersiapkan masa pensiun, nilai investasinya mencapai Rp 1 miliar. Akan tetapi, tiba-tiba pasar modal ambruk. Nilai investasi orang tadi turun tinggal hanya " misalnya " Rp 200 juta. 

"Berinvestasi layaknya mengendarai mobil, yang memerlukan instrumen keselamatan semacam rem untuk mengatur risiko. Sebab, tak ada yang mampu memprediksi dan menjamin pasar modal akan bebas dari bahaya," ujar Edy.

Menurut Edy, ARMS bisa menjadi solusinya. Ia mengklaim, solusi ARMS ini merupakan yang pertama di Indonesia. Apa itu ARMS? Pada dasarnya ini adalah sistem otomatis untuk memantau investasi nasabah. Jadi, dengan adanya ARMS, nasabah dapat menentukan level untuk mengambil untung dan level aman agar tak merugi besar (cut loss). Nasabah tak perlu lagi memantau pasar saham dan pasar uang setiap hari, karena ARMS yang melakukan secara otomatis. "Ide pengembangan ARMS ini terinspirasi pengalaman beberapa investor saat terjadinya krisis finansial tahun 2008, ketika kondisi pasar di seluruh dunia anjlok," ungkap Edy.

Bertolak dari pemikiran tersebut, pada awal 2009 tim TI Generali Indonesia mengembangkan ARMS. Menurut Rommy Rukyanto, CIO Generali Indonesia, solusi ARMS dikembangkan di atas core system Life/Asia. "ARMS kami kembangkan sendiri, dengan dibantu konsultan TI. Aplikasi ARMS terhubung dengan aplikasi lainnya menggunakan interface," ucap Rommy. "Investasinya sangat besar. Tetapi kami mendapat dukungan penuh dari kantor pusat,"Edy menambahkan.

Dijelaskan Rommy, ada beberapa modul dalam ARMS. 

Pertama, Automatic Trading Plan, merupakan fitur dalam berinvestasi, yaitu untuk mencapai target pengembangan dana investasi pada titik tertentu untuk meraih keuntungan (profit taking) atau menghindari terjadinya penurunan kerugian investasi lebih jauh (cut loss). Modul ini diibaratkan dengan sistem rem dalam menjaga investasi agar tidak melewati batas kerugian yang dapat ditolerir. Di sini, nasabah bisa menentukan sendiri nilai profit yang ingin dicapai dan nilai toleransi kerugian yang mampu ditanggung.

Modul kedua, Automatic Asset Rebalancing, merupakan fitur untuk menyeimbangkan komposisi alokasi dana investasi investor sehingga tetap berada dalam batas toleransi yang telah ditetapkannya. Modul Auto Balancing diibaratkan sebagai setir atau cruise control yang bekerja untuk menjaga pergerakan investasi selalu dalam profil risiko yang sudah ditetapkan. Jadi, modul ini mampu menjaga pergerakan portofolio investasi nasabah tetap stabil dan sesuai dengan yang ditentukan.

Ketiga, modul Automatic Re-entry, merupakan fitur penentuan momentum bagi investor untuk kembali berinvestasi dengan alokasi masing-masing dana investasi sesuai dengan yang ditetapkan investor. Modul Auto Re-entry diibaratkan sebagai persneling otomatis (automatic gear) yang membantu mendeteksi saat yang tepat untuk kembali ke pasar. Dengan modul ini, nasabah secara otomatis dimungkinkan untuk menentukan waktu yang tepat untuk kembali berinvestasi di pasar modal, ketika kondisi pasar sudah mencapai titik yang dikehendaki.

"Sekarang, kami juga memiliki sebuah portal yang dapat digunakan oleh nasabah Generali Indonesia untuk memantau maupun mendapatkan informasi detail dari polis mereka," ujar Rommy.


Modul-modul ARMS
  1. Automatic Trading Plan, fitur investasi untuk mencapai target pengembangan dana investasi pada suatu titik tertentu guna meraih keuntungan (profit taking) atau menghindari terjadinya kerugian lebih jauh (cut loss).

  2. Automatic Asset Rebalancing, fitur untuk menyeimbangkan komposisi alokasi dana investasi investor sehingga tetap berada dalam batas toleransi yang telah ditetapkannya. 

  3. Automatic Re-entry, fitur penentuan momentum bagi investor untuk kembali berinvestasi dengan alokasi masing-masing dana investasi sesuai dengan yang ditetapkan investor.
Menurut Edy, by nature seorang investor memiliki karakteristik greedy atau penakut. Namun, ARMS membuat nasabah bisa disiplin. Ia menggambarkan contoh seorang investor tamak yang menempatkan modal Rp 100 juta, lalu nilainya naik menjadi Rp 150 juta. Nah, ketika ditawarkan diambil atau tidak, ia tidak mau ambil karena diperkirakan masih bisa naik lagi. Namun, ternyata pasar goyang sehingga modalnya hanya tinggal Rp 60 juta.

"Ketamakan dan ketakutan investor ini bisa terjadi di tempat lain, karena tidak punya disiplin. Di Generali ada disiplin, seperti Auto Trading Plan," ucap Edy. Misalnya, seorang investor masuk dengan modal Rp 100 juta. Sebelumnya, investor telah membuat persetujuan dengan planner: ia akan take profit jika naik 40%, dan cut loss jika minus 10%. Lalu, ia mendapat untung 20%, naik lagi menjadi 30%. Akan tetapi, sistem belum merespons. Nah, ketika keuntungannya naik 40% menjadi Rp 150 juta, sistem secara otomatis akan mengunci untuk ambil keuntungan. Sebaliknya, ketika modalnya turun menjadi Rp 90 juta, sistem langsung melakukan cut loss, untuk dipindahkan ke money market supaya tidak kebablasan (lihat Bagan).

+ Bagaimana caranya? 

Sistem TI yang melakukan monitoring setiap hari. Ketika sampai pada angka tertentu yang disepakati, sistem secara otomatis akan mengunci dan melakukan switching," ujar Edy. "Jadi, setiap nasabah tidak perlu memantau pasar saham dan pasar uang setiap hari. Biarkan sistem kami yang bekerja."

Menurut Edy, pengembangan ARMS telah memberikan beberapa manfaat, baik kepada nasabah maupun perusahaan. Manfaat paling utama dari ARMS adalah memberikan perasaan aman bagi nasabah dan keleluasaan dalam merancang perjalanan finansial. "Oleh karena merasa aman, impact-nya orang jadi lebih berani berinvestasi, sehingga return lebih tinggi. Investasi jangka panjang jadi lebih bagus," ujar Edy. "Bagi perusahaan, dengan adanya ARMS ini, cost jadi lebih murah, sehingga jauh lebih efisien," tambahnya.

Klaim Edy diamini salah satu nasabahnya, Ariyanto Erlangga. Menurut pria berumur 43 tahun yang telah menjadi nasabah Generali sejak April 2011 ini, ARMS yang dikembangkan Generali sangat membantu. Sebab, selama ini ia menjadi pemegang polis dari beberapa perusahaan asuransi, tetapi tidak ada yang memiliki "sistem rem" seperti ARMS di Generali. Akibatnya, kalau saham anjlok, investasi juga menurun. "Saat ini saya tidak takut lagi dalam berinvestasi," ucap Ariyanto. "Tetapi, perlu sosialisasi secara detail agar kita semua lebih tahu kegunaan ARMS," tambah Ariyanto menyarankan.

Baik Edy maupun Rommy sepakat bahwa ARMS baru langkah pertama Generali untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada nasabahnya. "Masih banyak rencana yang akan dikembangkan ke depannya. The ultimate goal kami adalah ingin memberikan proteksi kepada nasabah," ujar Edy.
"Perencanaan TI selanjutnya adalah bisa menjadi business driver dibanding hanya menjadi sekadar business support maupun business enabler," kata Rommy menambahkan. (*)


Tentang Generali Indonesia
  • Generali merupakan perusahaan asuransi dan keuangan global, yang berada di bawah Assicurazioni Generali di Italia. Generali didirikan pada 1831 di Trieste, Italia. Masuk ke Indonesia pada awal 2008.

  • Untuk memasarkan produknya, Generali telah menjalin kerja sama (sebagai produk bancassurance) dengan DBS Indonesia Bank, menawarkan produk Unit Link dengan Auto Risk Management System yang dinamakan iDARE " insurance Dynamic Asset Rebalancing. Juga, dengan ANZ Bank, menawarkan produk asuransi jiwa berbentuk Unit Link dengan pembayaran premi tunggal yang menawarkan alokasi fleksibel antara investasi dan perlindungan jiwa yang sesuai dengan kebutuhan, yang disebut Ultimate Balance Protection (UB Pro).


      
19.35

Melihat potensi pasar asuransi di Indonesia, terlebih pasar syariah yang penetrasinya masih sangat kecil, Generali Indonesia bersiap terjun dengan mencari partner yang memiliki kesamaan visi dan misi. (Paulus Yoga)


Jakarta " Melihat potensi asuransi syariah yang sangat besar, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia memberikan sinyal untuk masuk ke pasar asuransi syariah, dengan dukungan partner yang memiliki kesamaan visi dan misi.



"Spot pasar syariah sangat besar, tapi untuk masuk ke bisnis tersebut kita tidak mau lakukan sendiri. Kita akan cari partner untuk bisnis syariah," tutur Presiden Direktur Generali Indonesia Edy Tuhirman, kepada Infobanknews.com, selepas penandatanganan kerjasama bancassurance dengan PT ANZ Panin Bank di Jakarta, Kamis,  9 Desember 2010.

Ia menjelaskan, untuk mencari partner tersebut tidak akan dilakukan dengan sembarangan, haru sesuai dengan komitmen dan nature Generali yang memiliki komitmen jangka panjang.

"Jumlah kustomer tidak menjadi yang terpenting, karena bisa kita kembangkan dengan potensi pasar yang sangat besar. Yang penting kesamaan visi dan misi. Generali sendiri selain di Asia, juga melakukan investasi di Timur Tengah untuk menyasar pasar syariah," terangnya.

Bentuk komitmen jangka panjang tersebut ditunjukkan Generali Indonesia dengan melakukan kerjasama bancassurance dengan beberapa bank, dengan menawarkan produk berpremi tunggal.

"Kita punya produk premi tunggal unit-linked dengan auto reballancing untuk memberikan manajemen risiko, jadi cocok untuk jangka panjang," pungkas Edy. (*)


Sumber: Infobanknews.com, Go to link:
http://www.infobanknews.com/2010/12/asuransi-generali-indonesia-juga-lirik-bisnis-asuransi-syariah
20.26

Dalam mendukung kebutuhan finansial nasabahnya, ANZ coba menawarkan produk bancassurance Ultimate Balance Protection yang dikembangkan Generali Indonesia, untuk menekan risiko investasi para pemegang polisnya. (Paulus Yoga)

Jakarta ' PT ANZ Panin Bank melakukan kerjasama produk bancassurance dengan PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia bernama Ultimate Balance Protection bagi nasabah ritel ANZ di Indonesia.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan Direktur Perbankan Ritel ANZ Anthony Soewandy dan Presiden Direktur Generali Indonesia Edy Tuhirman, di Jakarta, Kamis, 9 Desember 2010.

"ANZ memiliki komitmen untuk terus mendukung kebutuhan finansial para nasabah. Kerjasama ini dilakukan sebagai bentuk alternatif dalam memenuhi kebutuhan finansial nasabah yang menginginkan keseimbangan dalam berinvestasi dengan perlindungan yang optimal," tukas Anthony.



Sementara Edy menambahkan, kerjasama tersebut dapat memerluas kemitraan bisnis dengan ANZ dalam menawarkan produk-produk kepada nasabah ANZ untuk perlindungan jiwa dan pengelolaan investasi dengan cara yang mudah dan fleksibel.

"Dengan semakin bertambahnya nasabah ritel ANZ, kami yakin dapat memberikan perpaduan antara investasi dan asuransi yang bernilai tinggi bagi nasabah affluent ANZ. Kerjasama ini juga semakin mengukuhkan komitmen jangka panjang kami di Indonesia," tuturnya.

Produk Ultimate Balance Protection sendiri merupakan produk asuransi jiwa individual unit-linked yang menggunakan automatic risk management system, yang menawarkan fleksibilitas untuk nasabah di Indonesia dalam menentukan trading limit, kemungkinan untuk kembali berinvestasi di pasar modal sesuai dengan portofolio investasi awal nasabah (Re-Entry), serta memetik manfaat dari fasilitas auto balancing atas dana investasi yang dimilikinya.

"Fasilitas auto balancing ini memungkinkan nasabah untuk memantau dan menjaga pergerakan investasi secara optimal, sesuai dengan tujuan finansial dan profil risiko pemegang polis. Dengan single premi minimum Rp50 juta, sesuai dengan tujuan asuransi yang diinginkan," jelas Edy.

Anthony menyatakan, bahwa dengan produk tersebut nasabah dapat memiliki investasi sesuai dengan profil risiko dan nilai return investasi yang menarik.

"Produk ini juga untuk memertajam fokus kami dalam terus meningkatkan layanan yang nyaman dan mebyediakan produk yang terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan nasabah," pungkasnya. (*)


Sumber: Infobanknews.com, Go to link:
http://www.infobanknews.com/2010/12/ultimate-balance-protection-perpaduan-asuransi-dan-investasi
20.59

Generali Indonesia siap mengembangkan pasarnya melalui bancassurance. Tidak lama lagi, perusahaan ini pun siap merekrut agen baru. Jumlah nasabahnya kini sudah mencapai 36 ribu nasabah. (Apriyani Kurniasih)

Sepang, Malaysia ' Asuransi Generali Indonesia siap meramaikan persaingan di unit link. Meski perusahaan asuransi asal Italia ini baru meluncurkan produknya pada Agustus 2010 lalu, Presiden Direktur Generali Indonesia Edi Tuhirman, mengaku optimtimis produknya dapat bersaing di pasar.

'Produk unit link kami berbeda. Kami membuat nasabah langsung ambil keputusan saat membeli iDare, dan iDare adalah produk unit link pertama yang memberikan kontrol atas dana yang diinvestasikan di unit link. Bahkan, produk ini kami patenkan' terang Edi saat ditemui Infobanknews.com, di area sirkuit Sepang, Malaysia, pada 9 Oktober 2010.

Menurut Edi, tren produk unit link masih akan sangat menarik dalam beberapa tahun kedepan. Karenanya, Generali Indonesia yang memasarkan produk ini melalui jalur distribusi bancassurance sudah siap dengan berbagai strategi untuk mengembangkannya.


Selain bekerjasama dengan DBS, tahun ini Generali Indonesia akan segera menggaet dua bank lagi. Kemungkinan besar target pasarnya masih sama seperti yang diincar bersama dengan DBS, yaitu segmen menengah ke atas.

Meski belum genap tiga tahun beroperasi di Indonesia, perusahaan yang berada dibawah bendera Generali Group'perusahaan asuransi asuransi jiwa terbesar kedua di dunia'ini telah siap menyusun business plan jangka panjang untuk menggenjot kinerjanya.

Tidak puas hanya sukses menggarap bisnis employee benefit dan masuk ke pasar unit link melalui kerjasama bancassurance, Generali Indonesia mulai melirik untuk merekrut agen.

'Jadi, kami akan segera kembangkan tiga jalur distribusi, yaitu employee benefit, bancassurance dan agen sebagai jalur distribusi yang akan segera kami tekuni. Menyusul kami juga akan segera masuk ke bisnis asuransi syariah,' terang Edi.

Saat ini, Generali grup yang mengembangkan bisnis asuransi jiwa dan asuransi kerugian di pasar global telah menguasai aset under management mencapai 400 miliar euro dengan perolehan premi mencapai 70 miliar euro di seluruh dunia.

Sementara itu, Generali Indonesia kini telah memiliki sekitar 36 ribu nasabah dan 110 perusahaan. Dari 110 perusahaan tersebut, 3 sampai 5 perusahaan adalah perusahaan Jepang. (*)


Sumber: Infobanknews.com, Go to link: 
http://www.infobanknews.com/2010/10/asuransi-generali-indonesia-siap-ramaikan-pasar-unit-link
20.05

26 Aug 2010



JAKARTA - FT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) memproyeksikan nilai aset perseroan bisa mencapai Rp 1 triliun dalam waktu tiga tahun. Saat ini, aset perusahaan masih berada di angka Rp 100 miliar.

"Jangan lihat kami dari angka, sebab kami masih bayi. Kami hadir di Indonesia baru dua tahun. Namun, dalam waktu tiga tahun, kami yakin nilainya sudah triliunan." kata Chief Executive Of Beer Generali Edy Tuhirman kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Edy mengatakan, pertumbuhan aset utamanya ditunjang oleh bisnis asuransi jiwa yang bakal didominasi oleh produk asuransi plus investasi (unit linked). Menurut Edy, unit linked bakal menjadi kontributor terbesar seperti nalnya di induk usaha, yaitu Generali Group, yang bermarkas di Italia dengan nama Assicurazioni Generali S.pA

Dia menilai, pertumbuhan unit linkeddi Indonesia bisa digarap secara serius dan berpotensi bagus karena pasarnya masih sangat besar. Secara khusus, perusahaan meluncurkan produk IDare yang me-nyasar segmen konservatif. Dalam produk tersebut, nasabah diajak untuk berdisiplin dan berani melakukan cut loss serta take profit sesuai dengan portofolio yang telah ditentukan.


Produk ini diklainvnya merupakan unit linked pertama kalinya di Indonesia yang memiliki sistem re-balancing dan dimonitor setiap harinya. "Jadi, nasabah bisa mengatur portofolio investasinya melalui fasilitas autotrading. Produk unit linked yang dipasarkan melalui kanal bancassurance bersama Bank DBS Indonesia bakal menarik orang-orang yang membutuhkan pengaman dalam berinvestasi," tuturnya.

Edy mengatakan, pihaknya tidak ingin dikatakan bersaing dalam mengembangkan unit linked. Sebab, hingga kini masih ada dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 2.000 triliun lebih di perbankan yang belum banyak digarap oleh bancassurance.

Dia menekankan, pihaknya mengikuti tradisi Grup Generali global yang memang kpnserva.tif. Sebanyak 80% investasi Genera* global ditempatkan di obligasi. Generali Indonesia, kata dia, juga hanya menempatkan investasinya di deposito dan obligasi. Perusahaan asuransi dengan peringkat 19 di dunia menurut Fortune 500 tersebut juga memiliki cara berbisnis dengan fokus di satu jenis produk terlebih dahulu.

Hingga Juni 2010, premi yang telah diraup mencapai Rp 43 miliar atau melonjak 290%. Tahun ini, pendapatan premi outstanding selama dua tahun ditargetkan mencapai Rp 600-700 miliar. Minimal, kata Edy, pendapatan premi terkecil yang bisa diraih di akhir tahun mencapai Rp 200-300 miliar. Perusahaan mengandalkan basis nasabah dari Bank DBS untuk mendongkrak pendapatan premi, (gre)


Entitas terkait
Ringkasan Artikel Ini
Menurut Edy, unit linked bakal menjadi kontributor terbesar seperti nalnya di induk usaha, yaitu Generali Group, yang bermarkas di Italia dengan nama Assicurazioni Generali S.pA Dia menilai, pertumbuhan unit linkeddi Indonesia bisa digarap secara serius dan berpotensi bagus karena pasarnya masih sangat besar. Sebab, hingga kini masih ada dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 2.000 triliun lebih di perbankan yang belum banyak digarap oleh bancassurance. Minimal, kata Edy, pendapatan premi terkecil yang bisa diraih di akhir tahun mencapai Rp 200-300 miliar. 
( Sumber:  Bataviase.co.id, Go to link:  http://bataviase.co.id/node/358063 )
00.02


Global 500
Rank       Company      Revenues
($ millions)    
Profits
                 ($ millions)

1

Wal-Mart Stores  

408,214

14,335
2 Royal Dutch Shell 285,129 12,518
3 Exxon Mobil 284,650 19,280
4 BP 246,138 16,578
5 Toyota Motor 204,106 2,256
6 Japan Post Holdings 202,196 4,849
7 Sinopec 187,518 5,756
8 State Grid 184,496 -343
9 AXA 175,257 5,012
10 China National Petroleum 165,496 10,272
11 Chevron 163,527 10,483
12 ING Group 163,204 -1,300
13 General Electric 156,779 11,025
14 Total 155,887 11,741
15 Bank of America Corp. 150,450 6,276
16 Volkswagen 146,205 1,334
17 ConocoPhillips 139,515 4,858
18 BNP Paribas 130,708 8,106
19 Assicurazioni Generali 126,012 1,820
20 Allianz 125,999 5,973
21 AT&T 123,018 12,535
22 Carrefour 121,452 454
23 Ford Motor 118,308 2,717
24 ENI 117,235 6,070
25 J.P. Morgan Chase & Co. 115,632 11,728
26 Hewlett-Packard 114,552 7,660
27 E.ON 113,849 11,670
28 Berkshire Hathaway 112,493 8,055
29 GDF Suez 111,069 6,223
30 Daimler 109,700 -3,670
31 Nippon Telegraph & Telephone 109,656 5,302
32 Samsung Electronics 108,927 7,562
33 Citigroup 108,785 -1,606
34 McKesson 108,702 1,263
35 Verizon Communications 107,808 3,651
36 Cr�dit Agricole 106,538 1,564
37 Banco Santander 106,345 12,430
38 General Motors 104,589 --
39 HSBC Holdings 103,736 5,834
40 Siemens 103,605 3,097
41 American International Group 103,189 -10,949
42 Lloyds Banking Group 102,967 4,409
43 Cardinal Health 99,613 1,152
44 Nestl� 99,114 9,604
45 CVS Caremark 98,729 3,696
46 Wells Fargo 98,636 12,275
47 Hitachi 96,593 -1,152
48 International Business Machines 95,758 13,425
49 Dexia Group 95,144 1,404
50 Gazprom 94,472 24,556
51 Honda Motor 92,400 2,891
52 �lectricit� de France 92,204 5,428
53 Aviva 92,140 1,692
54 Petrobras 91,869 15,504
55 Royal Bank of Scotland 91,767 -4,167
56 PDVSA 91,182 1,608
57 Metro 91,152 532
58 Tesco 90,234 3,690
59 Deutsche Telekom 89,794 491
60 Enel 89,329 7,499
61 UnitedHealth Group 87,138 3,822
62 Soci�t� G�n�rale 84,157 942
63 Nissan Motor 80,963 456
64 Pemex 80,722 -7,011
65 Panasonic 79,893 -1,114
66 Procter & Gamble 79,697 13,436
67 LG 78,892 1,206
68 Telef�nica 78,853 10,808
69 Sony 77,696 -439
70 Kroger 76,733 70
71 Groupe BPCE 76,464 746
72 Prudential 75,010 1,054
73 Munich Re Group 74,764 3,504
74 Statoil 74,000 2,912
75 Nippon Life Insurance 72,051 2,624
76 AmerisourceBergen 71,789 503
77 China Mobile Communications 71,749 11,656
78 Hyundai Motor 71,678 2,330
79 Costco Wholesale 71,422 1,086
80 Vodafone 70,899 13,782
81 BASF 70,461 1,960
82 BMW 70,444 284
83 Zurich Financial Services 70,272 3,215
84 Valero Energy 70,035 -1,982
85 Fiat 69,639 -1,165
86 Deutsche Post 69,427 895
87 Industrial & Commercial Bank of China 69,295 18,832
88 Archer Daniels Midland 69,207 1,707
89 Toshiba 68,731 -213
90 Legal & General Group 68,290 1,346
91 Boeing 68,281 1,312
92 U.S. Postal Service 68,090 -3,794
93 Lukoil 68,025 7,011
94 Peugeot 67,297 -1,614
95 CNP Assurances 66,556 1,396
96 Barclays 66,533 14,648
97 Home Depot 66,176 2,661
98 Target 65,357 2,488
99 ArcelorMittal 65,110 118
100 WellPoint 65,028 4,746

Data From the July 26, 2010 issue

Sumber: FORTUNE GLOBAL 500, Go to link:   
05.13